Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Kasus Virus Corona Baru, Jepang Larang Wisatawan Masuk

Salsabila Jihan , Jurnalis-Selasa, 29 Desember 2020 |10:37 WIB
Ada Kasus Virus Corona Baru, Jepang Larang Wisatawan Masuk
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

JEPANG melarang warga negara asing atau wisatawan memasuki negara tersebut setelah ditemukannya virus corona varian baru. Kewaspadaan ini pun diterapkan di negara lain, termasuk Indonesia.

Pemerintah Jepang mengeluarkan pernyataan tersebut lewat email pada Sabtu 26 Desember 2020. Larangan tersebut berlaku mulai Senin 28 Desember 2020 hingga akhir Januari 2021.

Warga negara Jepang dan warga asing akan diizinkan masuk bila menunjukkan bukti tes bebas virus corona 72 jam sebelum berangkat ke Jepang. Mereka juga harus karantina selama dua minggu setelah kedatangan.

Pada Jumat 25 Desember 2020, Jepang melaporkan kasus pertama varian baru virus Covid-19 pada penumpang yang datang dari Inggris.

Baca Juga: Gegara Corona Baru, Masuk Hong Kong Wajib Karantina 21 Hari

wisata jepang

"Varian baru tersebut juga terdeteksi pada seorang pria dan anggota keluarganya yang mengunjungi Inggris. Ini merupakan kasus pertama yang ditemukan di luar pemeriksaan bandara," lapor Nippon TV, seperti dikutip dari Times LIVE.

Strain baru ini menambah kekhawatiran tentang lonjakan kasus virus Covid-19 karena Tokyo telah melaporkan kenaikan kasus ini pada hari Sabtu lalu.

Kasus Covid-19 di ibu kota mencapai rekor 949 kasus ketika Jepang memasuki liburan Tahun Baru. Hal tersebut karena banyak orang dari berdatangan dari ibu kota ke provinsi lainnya. Kasus yang serius ini tidak berubah dari hari sebelumnya pada angka 81.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mendesak agar untuk tetap berada di rumah dan menghindari kerumunan karena kasus Covid-19 terus meningkat.

Baca Juga: WNI dari Luar Negeri Tetap Diizinkan Masuk, Asal....

Para ahli juga telah memperingatkan publik agar tetap menahan diri saat perayaan tahun baru, yang biasanya mengadakan pertemuan keluarga dan kunjungan ke kuil ataupun tempat suci. Hal ini untuk mencegah peningkatan penularan virus di tengah kekhawatiran karena pandemi ini.

Suga jabatannya telah berakhir pada September karena dianggap lambat dalam menangani kasus corona yang meningkat di Tokyo. Selain itu, ia juga tidak mengikuti seruannya sendiri untuk berhati-hati. Ia menghadiri makan malam kelompok di tengah kasus yang sedang gencar tersebut.

(Dewi Kurniasari)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement