Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Cara Tahu Pasangan Bohong Lewat Wajahnya, Rahasia dari FBI!

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 28 Desember 2020 |22:31 WIB
4 Cara Tahu Pasangan Bohong Lewat Wajahnya, Rahasia dari FBI!
Cara mengetahui pasangan berbohong (Foto : Timesofindia)
A
A
A

Semua orang pasti pernah bohong, baik untuk kebaikan atau memang disengaja. Namun terkadang, banyak orang yang bertindak terlalu jauh hingga merusak hubungan asmara dengan pasangan, dipecat dari pekerjaan, bahkan ada yang sampai masuk penjara.

Untuk poin yang terakhir, FBI sudah lama menerapkan formula ampuh untuk mengetahui ketika sedang menginterogasi para kriminal. Mulai dari melihat ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga menggunakan alat khusus.

Mark Bouton, agen FBI yang telah bekerja dalam bidang ini selama kurang lebih 30 tahun, menjelaskan secara gamblang tentang cara-cara ampuh mengetahui lawan bicara ketika berbohong. Semuanya ia tulis dalam sebuah buku berjudul “How to Spot Lies Like the FBI,”.

Kepada Business Insider, Bouton juga sempat memaparkan cara paling sederhana mengetahui kebohongan seseorang melalui ekspresi wajah. Berikut Okezone rangkumkan ulasan lengkapnya, Senin (28/12/2020).

Bola mata bergerak tak menentu

Bola Mata

Menggerakkan mata ke kiri dan kanan dengan cepat merupakan salah satu reaksi psikologi seseorang saat terjebak oleh pertanyaan lawan bicaranya. Ia bahkan tidak ingin menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

“Kondisi ini sama seperti ketika seseorang harus bersembunyi dan mencari jalan keluar saat mereka sedang dalam bahaya. Sama halnya saat sedang menghadapi manusia atau binatang. Sebagian besar orang akan bergerak tak menentu (bolak-balik),” tutur Button.

Baca Juga : 6 Tanda Temanmu Sedang Bohong, Simak Ya

Berkedip dengan cepat

Berkedip

"Setiap orang biasanya akan mengedipkan mata setiap 5 sampai 6 kali dalam satu menit, atau setiap 10 dan 12 detik. Tapi ketika seseorang sedang dalam kondisi berbohong, mereka akan mengedipkan mata 5 sampai 6 kali dalam kurun waktu yang singkat,” jelas Button.

Lebih lanjut ia mengetakan, proses pengedipan mata juga berkaitan dengan produksi hormon dopamine di dalam tubuh. Sebagai contoh, seseorang yang mengidap penyakit Parkinson akan mengedipkan mata lebih lambat dibandingkan orang normal. Sebaliknya, mereka yang mengidap schizophrenia akan mengedipkan mata lebih cepat dari biasanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement