Tak hanya itu, pemerintah daerah Bali juga mengikutsertakan peran masyarakat untuk saling menjaga penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan masyarakat.
“Di sini kami ada desa adat dan 1943 pecalang yang berkolaborasi untuk mengawal dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Putu membagikan kabar bahagia. Putu mengungkapkan, dari informasi yang ia peroleh dari pihak Kementerian Luar Negeri, ternyata aplikasi nyata protokol kesehatan di Bali dinilai lebih baik daripada di Eropa.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Sertifikasi CHSE "Vaksin" bagi Pariwisata Indonesia
“Info dari Kemenlu, penerapan protokol kesehatan katanya sudah lebih baik dari Eropa. Saya harap Bapak Menteri mungkin bisa mengundang perwakilan WHO, agar bisa melihat langsung di sini,” ujar Putu Astawa.
Kini Provinsi Bali sendiri diketahui tengah mengawal ketat masa liburan Natal dan Tahun Baru. Memastikan orang-orang termasuk wisatawan yang masuk ke Bali adalah hanya orang-orang sehat, demi menghindari terjadinya second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus akibat masa libur panjang.
(Dewi Kurniasari)