Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Warna Merah dan Hijau dalam Perayaan Natal

Alfina Nur Hayati , Jurnalis-Jum'at, 25 Desember 2020 |01:01 WIB
Sejarah Warna Merah dan Hijau dalam Perayaan Natal
Perayaan Natal identik dengan warna merah dan hijau (Foto : Artfile)
A
A
A

Sampai saat itu, penampilan artistik Sinterklas tidak pernah konsisten. Dia kadang digambarkan pria yang kurus dengan jubah bervariasi biru, hijau, dan merah. Sundblom pun memutuskan melukisnya sebagai tokoh yang gemuk, periang, dan selalu memakai jubah merah. Menariknya, warna ini sama dengan warna logo minuman soda tersebut.

Natal

Salah satu penulis Secret Language of Color, Arielle Eckstut, keputusan ini membawa perbedaan. Iklan minuman soda tersebut semakin populer dan orang-orang mulai mengenal santa yang digambarkan Sundblom sebagai yang asli.

“Dalam imajinasi kolektif kita, warna merah jubah Sinterklas dan hijau pohon cemara serta tanaman holly membekas di benak sebagai warna Natal,” kata Arielle.

Tampaknya, sejarah warna merah dan hijau sebagai simbol Natal telah melewati perjalanan panjang. Berakar dari tradisi religius, dimodernisasi komersialisme, lalu dilanjutkan dengan semangat kegembiraan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement