BEBERAPA peninggalan masa lampau, tepatnya Kerajaan Majapahit, masih dipercaya bisa mendatangkan khasiat tertentu. Sehingga banyak orang yang tertarik mendatangi situs bersejarah itu. Salah satu yang masih sering dikunjungi yakni Candi Sumber Tetek.
Dilansir dari laman Instagram @thisiseastjava, Candi Sumber Tetek atau Candi Belahan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit. Situs candi ini berupa sumber mata air yang dibangun pada tahun 1049 Masehi atau pada abad ke-11 masa Kerajaan Kahuripan.
Berada di sisi timur Gunung Penanggungan, lokasi tepatnya di Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Petirtaan Belahan, dikenal juga sebagai Candi Belahan atau Candi Sumber Tetek.

(Foto: Instagram nikitacanitaa)
Candi Sumber Tetek merupakan kolam pemandian berbentuk segi empat dengan ukuran kurang lebih 4x5 meter dan dialiri air pegunungan melalui pipa kecil.
Konon, kolam ini dulunya menjadi tempat mandi para istri dan selir Prabu Airlangga. Selain itu kawasan ini juga merupakan sebuah lokasi bertapa.
Di kompleks candi ini mulanya terdapat arca Dewa Wisnu yang digambarkan menurut rupa Airlangga yang tengah mengendarai Garuda. Namun arca tersebut telah dipindahkan ke Museum Purba Trowulan di Mojokerto.
Baca Juga: Ikut-ikutan Pacar, Mantan Pramugari Cantik Ini Nekat Jadi Kurir Narkoba
Di dalam kawasan candi ini terdapat patung Dewi Laksmi dan Dewi Sri yang melambangkan kesuburan serta kemakmuran. Kedua patung ini berdampingan dan melekat pada dinding candi yang terbuat dari batu merah.
Menariknya, pada bagian payudara patung Dewi Laksmi mengeluarkan sumber air yang dipercaya oleh warga setempat bisa membuat seseorang jadi tampak awet muda.
Tak heran jika hal tersebut menjadi alasan tempat bersejarah ini kerap didatangi oleh masyarakat sekitar. Banyak yang datang untuk membasuh wajah, berendam, hingga minum di sumber air ini. Set
Jika berniat datang ke Candi Sumber Tetek, pengunjung harus memperhatikan beberapa hal. Sebab ada hal yang harus Anda patuhi dan tidak boleh untuk dilanggar.
Misal bagi pengunjung yang sedang menstruasi atau berhalangan dilarang keras untuk datang ke Candi Sumber Tetek ini. Apabila tetap memaksakan dipercaya bisa mendapat sial.
(Dewi Kurniasari)