Selain antioksidan, beberapa peneliti menunjukkan buah sirsak juga mengandung sifat antibakteri yang kuat. Berdasarkan penelitian menggunakan tabung reaksi, ekstra buah sirsak dapat menangkal bakteri yang menyebabkan bau mulut.
Termasuk jenis bakteri strain yang menyebabkan radang gusi, kerusakan gigi dan infeksi jamur. Sirsak bekerja melawan bakteri yang bertanggung jawab atas infeksi kolera dan Staphylococcus
4. Mengurangi peradangan
Beberapa peneliti menemukan bahwa sirsak dan kandungannya dapat membantu melawan peradangan. Peradangan adalah respons kekebalan terhadap cedera, tetapi semakin banyak bukti yang menunjukkan peradangan kronis dapat berkontribusi pada penyakit.
Dalam sebuah penelitian, tikus diobati dengan ekstrak sirsak yang ditemukan dapat mengurangi pembengkakan dan meredakan peradangan. Meskipun penelitian saat ini terbatas pada penelitian pada hewan, ini mungkin sangat bermanfaat dalam pengobatan gangguan inflamasi seperti radang sendi.
Baca juga: Baim Wong Ajak Paula Verhoeven dan Kiano Mandi Cokelat, Ternyata Ini Manfaatnya!