Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Promosi Wisata via Medsos Kontennya Harus Fun, Jangan Terlalu Serius!

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 04 Desember 2020 |15:32 WIB
Promosi Wisata via Medsos Kontennya Harus <i>Fun</i>, Jangan Terlalu Serius!
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

Lebih lanjut, Bahari menyarankan agar tidak membuat perencanaan di media sosial secara jangka panjang. Sebab, tren hingga fitur media sosial akan terus berubah.

"User-nya saja juga berubah-ubah, algoritmanya pun begitu, kita tidak bisa mengontrol apa yang konsumen mau lihat. Alangkah lebih baik jangan banyak planning di media sosial, karena media sosial terlalu cepat trennya," ujar Bahari.

Agar konten media sosial dapat menarik perhatian masyarakat maka juga diperlukan karakter brand yang kuat, selalu terkoneksi dengan audiens, mengikuti aturan main culture media sosial hingga membuat konten yang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat.

"Kita harus tahu mau jadi brand seperti apa, nomor satu kita harus menjadi brand yang menarik dulu. Lalu untuk connect dengan audiens harus tahu dulu siapa audiens kita, misal mereka kalau liburan ke mana, konten seperti apa yang mereka suka,” ujar Bahari.

“Admin-admin sosmed perlu mempelajari ini, dengan begini membuat konten menjadi mudah. Kalau tidak tahu audiens seperti apa, Anda tidak akan tahu maunya mereka, enggak bakal tahu mau buat konten apa."

Pada kesempatan yang sama, CEO New Media Folder Hadi Ismanto, mengatakan menjalin hubungan baik dengan audiens turut penting dalam penggunaan media sosial. Tujuannya agar dapat memahami konten seperti apa yang sedang disenangi oleh mereka.

"Kalau kita omongin konten, kita harus tahu audience kita ini seperti apa. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk dekat dengan audiens adalah membuat pertanyaan untuk mereka sehingga akan timbul suatu respons," ujar Hadi.

Sementara itu, Redaktur Mojok.co, Agus Mulyadi, mengatakan bahwa rumus sederhana membuat konten menarik di media sosial adalah konten tersebut mengandung informasi, emosi, interaksi, hingga relevansi.

"Selain itu, tidak dipungkiri bahwa demografi media sosial ini adalah usia muda. Maka juga diperlukan pendekatan konten yang anak muda banget, jangan malah pendekatan yang orang tua," ujar Agus.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement