Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memilukan, Gara-Gara Donor Darah Lengan Gadis Ini Lumpuh Permanen

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 25 November 2020 |12:23 WIB
Memilukan, Gara-Gara Donor Darah Lengan Gadis Ini Lumpuh Permanen
Lengan lumpuh (Foto: Oddity)
A
A
A

Seorang perempuan berusia 21 tahun bernama Gabriela Ekman tidak bisa menggerakkan lengan kanannya setelah mengalami kegagalan saat melakukan donor darah. Kala itu seorang perawat diduga mengambil darah dari salah satu arteri, selain vena yang ada pada lengannya.

Gadis asal Ontario, Kanada itu baru saja berusia 17 tahun ketika memutuskan untuk mendonorkan darah untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dia berharap berdonor darah akan membuat perbedaan, bahkan mungkin menyelamatkan nyawa seseorang.

 donor darah

Nahas, ia tidak tahu bahwa hal itu benar-benar mengubah hidupnya menjadi lebih buruk. Padahal dia memiliki niat yang sangat mulia.

Ketika dia pergi donor darah yang diselenggarakan oleh Layanan Darah Kanada empat tahun lalu, dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Ketika perawat mengambil darahnya, ia mengetahui ada sesuatu yang tidak benar.

Namun ia tidak bisa mengatakan apa-apa, bahkan ketika staf berkomentar tentang bagaimana darahnya mengandung oksigen. Ini merupakan salah satu indikasi bahwa oksigen itu mungkin berasal dari arteri, bukan dari vena.

Sayangnya, ketika ia menyadari ada sesuatu yang salah, semuanya sudah terlambat.

“Mungkin sekira 10 sampai 15 menit kemudian saya mulai merasa ada yang tidak beres. Saya tidak pernah memberikan darah sebelumnya, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi," kata Gabriela melansir dari Oddity Central, Rabu (25/11/2020).

Ketika Gabriela menanyakan hal yang ia rasakan dengan anggota donor darah lain tentang rasa sakit di lengannya, ia disarankan pergi ke rumah sakit. Karena takut, ia pun melakukannya, tetapi dokter di sana tidak dapat menemukan sesuatu yang salah, dan menyuruhnya pulang.

Pada minggu-minggu berikutnya, wanita muda itu menjadi tidak bisa meluruskan lengannya, dan mengalami memar dari pergelangan tangan ke bahunya.

Pada saat dia kembali ke rumah sakit, Gabriela mengetahui bahwa situasinya adalah situasi darurat yang melibatkan nyawa.

Saat itulah ia mendapat konfirmasi bahwa pengambilan darah saat berdonor, bukan berasal dari arteri dan bukan dari pembuluh darah.

Lalu Gabriela menjalani operasi darurat di lengannya untuk menghentikan pendarahan, dan menghilangkan bekuan darah yang telah berkembang, dan menutup lubang di arteri.

Operasi itu memang menyelamatkan nyawanya, tetapi tampaknya tidak mengurangi rasa sakit yang menyiksa dan hilangnya mobilitas di lengannya. Meskipun menjalani beberapa prosedur dan sesi fisioterapi lainnya, namun tidak ada satu pun cara yang berhasil.

Wanita muda itu didiagnosis dengan nyeri kronis yang disebut Complex Regional Pain Syndrome (CRPS), kondisi langka yang terkait dengan cedera traumatis.

Dokter hanya mengetahui sedikit tentang kondisi tersebut, selain fakta bahwa kondisi tersebut dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Kondisi ini ditandai dengan rasa terbakar, bengkak, kejang, dan hipersensitivitas pada anggota tubuh yang terkena. Gabriela telah hidup dengan CRPS selama empat tahun sekarang dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang nyata.

Baca juga: 3 Potret Yuri MasterChef Indonesia Jadi 'Model', Netizen: So Sensual!

Mobilitas lengan kanannya masih belum pulih, dan perlu memakai penjepit hampir sepanjang waktu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement