“Jadi perlu ada pembahasan mengenai peran kolaborasi dari semua unsur, hingga kita bersinergi untuk saling mendukung bagi kepentingan tata kelola. Ini yang kita lakukan bersama, apapun langkah kita ke depan harus dilakukan dengan kesepakatan, dengan proses yang kita lakukan bersama, dengan perencanaan yang dilakukan secara partisipatif dan komitmen bersama. Kemenparekraf hadir untuk mendukung upaya-upaya tersebut,” ujar dia.
Hal ini mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani. Ia mengapresiasi kehadiran Kemenparekraf untuk mendukung tata kelola organisasi yang ada di Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu.
“Kami berharap hasil diskusi ini bisa diimplementasikan ke depan agar Geopark Ciletuh Palabuhantaru yang berada di delapan kecamatan ini bisa bermanfaat bagi kelembagaan dan masyarakat terutama dari sisi perekonomian dan lebih memajukan gairah pariwisata,” ungkap Usman.
Selain Reza dan Usman, diskusi ini juga dihadiri oleh Ketua Harian Badan pengelola Ciletuh Palabuhan Ratu, Unesco Global Geopark (CPUGG), Dody A Soemantri; anggota Tim Tata Kelola Destinasi Pariwisata, Benjamin Abdurahman.
Kemudian perwakilan dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung, Yani Adriani; Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Iwan Priyatna; Koordinator Kelembagaan Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Hendry Noviardi; serta para stakeholder pariwisata di sekitar kawasan Geopark Ciletuh.
(Rizka Diputra)