Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenparekraf Dorong Sinergi Tata Kelola Destinasi Geopark Ciletuh

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 20 November 2020 |10:02 WIB
Kemenparekraf Dorong Sinergi Tata Kelola Destinasi Geopark Ciletuh
Direktur Kelembagaan Kemenparekraf, Reza Fahlevi (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan tata kelola destinasi pariwisata di Kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata yang berdaya saing namun tetap mempertahankan edukasi pelestarian lingkungan.

Direktur Kelembagaan Kemenparekraf, Reza Fahlevi, dalam keterangannya menyatakan, pihaknya hadir membantu badan pengelola dan pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola kawasan Geopark Ciletuh ke arah yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.

Sehingga, kawasan ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang berdaya saing di kancah nasional maupun internasional.

“Kami hadir untuk mendorong dan menyinergikan para stakeholder di sekitar kawasan Geopark seperti badan pengelola dan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan seperti ranger, pengelola geosite, hingga industri. Serta menentukan langkah-langkah konkret agar apa yang kita lakukan ke depan bisa tepat sasaran," kata Reza dalam siaran pers kepada Okezone.

Baca juga: Begini Strategi Pengelolaan Geopark Ciletuh di Era New Normal

Sebelumnya, Reza hadir dalam acara "Diskusi Kelompok Terpumpun Penguatan Tata Kelola Kawasan Geopark Ciletuh" di Augusta Hotel Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin, 16 November 2020 lalu.

Reza mengatakan, selain punya daya tarik wisata, kawasan Geopark Ciletuh juga memiliki nilai-nilai edukasi yang menarik bagi wisatawan yang datang berkunjung.

"Geopark Ciletuh selain memiliki nilai edukasi mengenai kelestarian lingkungan juga memiliki kekayaan geologis yang harus dijaga bersama. Namun tetap menjadi daya tarik wisata,” katanya.

Reza menjelaskan, Geopark Ciletuh sudah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG) sejak April 2018. Selain itu, kawasan tersebut juga masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, sehingga pengembangan Geopark Ciletuh menjadi prioritas dan pengembangan yang perlu dukungan dari banyak pihak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement