Jumat yang jatuh pada tanggal 13 selalu dikaitkan dengan suatu hal mistis. Mitos ini sudah berkembang sejak lama, sehingga masyarakat sudah tidak asing lagi dengan Friday 13th.
Hingga saat ini banyak sekali mitos yang beredar seputar Friday 13th. Bahkan tak sedikit orang yang mempercayainya sebagai tanda kematian. Merangkum dari Gulfnews, Jumat (13/11/2020), berikut mitos seputar Friday 13th.
Beberapa ahli teori konspirasi mempercayai mitos teror 'Friday 13th’ ini sebagai momen kesialan yang menyebabkan banyak pertumpahan darah di bumi. Salah satunya adalah momen kehancuran para pejuang legendaris, Ksatria Templar yang menguasai Abad Pertengahan.

Ksatria Templar hancur diketahui pada 13 Oktober 1307 yang mana itu terjadi di hari Jumat. Di momen itu, 600 prajurit ditangkap dan dipenjara dengan tuduhan sihir hitam dan ritual sesat.
Baca Juga : Netizen Terpecah, Suka Wika Salim Rambut Panjang atau Pendek?
Selanjutnya, di abad-19, terjadi juga sebuah konspirasi yang menyatakan bahwa 'Friday the 13th' menjadi hari kesedihan bagi Penyanyi Hip Hop Tupac Shakur. Ia tewas akibat tembakan pada insiden drive-by di Las Vegas. Momen kematiannya terjadi pada Jumat, tanggal 13.
Tidak berhenti di situ, 'Friday the 13th' pun menjadi momen mencekam bagi masyarakat New York City. Di tanggal 13 Maret 1964, terjadi pemerkosaan brutal yang salah satunya dialami Kitty Genovese.
Serangan itu berlangsung selama lebih dari 30 menit dan legenda menyatakan bahwa 38 saksi mendengar teriakan Genovese saat meminta tolong tetapi tak ada satupun orang yang membantu. Genovese tewas setelah kejadian itu dan diketahui momen kejadiannya berlangsung di hari Jumat.

Teror kematian 'Friday the 13th' masih berlangsung dan kali ini menimpa tim rugby dari Uruguay. Tim ini seluruhnya tewas dalam insiden pesawat menabrak Gunung Andes pada 13 Oktober 1972. Kalian pun tahu, di tanggal tersebut hari apa yang sedang berlangsung, ya, hari Jumat.
Hal menyeramkan dari peristiwa ini adalah ada 16 orang yang selamat, tetapi mereka semua itu harus bertahan hidup di gunung dan salah satunya adalah menjadi kanibal atau pemakan daging manusia. Selama 72 hari mereka bertahan hidup dan akhirnya diselamatkan tim penyelamat.
(Helmi Ade Saputra)