Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kamp Angkringan, Wisata Kuliner Seru di Tengah Hutan Pinus

Taufik Budi , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2020 |17:04 WIB
Kamp Angkringan, Wisata Kuliner Seru di Tengah Hutan Pinus
Kamp angkringan, spot kuliner di tengah hutan pinus (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)
A
A
A

REMBANG petang di kaki Gunung Merbabu bukan sekadar tanda memasuki gelapnya malam. Di sudut Dusun Kenteng Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sekelompok anak muda mengabaikan hawa dingin yang mulai menusuk tulang.

Mereka sibuk menyiapkan beragam menu tradisional khas angkringan. Aneka gorengan, nasi bakar, beragam satai, mi godok, hingga minuman hangat menjadi menu wajib bagi pelanggan. Sekilas memang tidak ada beda dari menu angkringan pada umumnya di jalanan.

Namun, wisata kuliner angkringan ini memiliki konsep unik karena menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pengunjung yang datang wajib mengenakan masker dan mencuci tangan di tempat khusus bertuliskan “Pembunuh Virus”.

Uniknya lagi, mereka tidak duduk berjejer melainkan masuk ke tiap-tiap tenda dome yang biasa digunakan untuk berkemah. Makanan yang dipesan akan diantar langsung oleh petugas ke tenda-tenda konsumen.

Jarak antar-tenda mencapai 1,5 meter. Di depan masing-masing tenda disediakan meja dan tikar, jika pengunjung ingin menikmati sajian kuliner, sembari menyaksikan pemandangan alam. Sebab, hamparan tenda-tenda perkemahan ini berada di tengah hutan pinus yang dihiasi lampu-lampu, sehingga terlihat eksotis.

Kuliner Tenda di Hutan Pinus

“Saya tahu sini dari Instagram sih. Terus ada temen yang sudah pernah ke sini, lalu dikasih tahu kalau ada spot kuliner baru. Jadi ya penasaran gitu, soalnya belum pernah nyoba kuliner di spot tenda-tenda. Makan di dalam tenda,” kata seorang pengunjung, Florentina Dwi Saputri, belum lama ini.

Baca juga: Bukan Biaya, Ini yang Jadi Masalah bagi Jamaah Umrah Indonesia

Berawal dari penasaran, gadis yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Salatiga ini mencari tahu lokasi angkringan tenda yang viral di media sosial. Setelah tiba di lokasi, dia terpaksa menelan pil pahit karena gagal menjajal kuliner dalam tenda.

“Awal ke sini dulu itu hari Jumat. Saya enggak tahu jadwalnya, ternyata kalau hari Jumat tutup. Setelah tanya-tanya petugas, bukanya hari Senin sampai Kamis. Makanya baru kali ini bisa kulineran di sini. Dan oke, luar biasa,” tuturnya sembari tertawa renyah.

“Soalnya baru pertama kali ini. Kan enggak pernah nongki di tempat kayak gini. Biasanya kan kaya di kafe gitu,” lugas gadis asal Lampung tersebut.

Dia pun terkesan dengan menu makanan tradisional yang tersedia. Mi godok pedas dengan taburan ayam suwir sangat cocok untuk mengusir hawa dingin. Tak butuh waktu lama, semangkuk mi godok yang ditemani tempe goreng habis dilahap.

Kuliner Tenda di Hutan Pinus

“Makanan-makanan ini rasanya enak sih, kan biasanya kalau di kafe adanya steak-steak gitu. Jadi sangat jarang nyobain kuliner-kuliner yang lain. Dan baru di Jawa makan di angkringan gini,” lugasnya.

“Memang kalau di Jawa itu masakannya manisnya lebih terasa dibandingkan di Lampung. Tadi sudah pesan pedas, karena saya suka pedas. Tapi ya seperti masih kurang pedas, karena ada manis-manis gitu. Tapi secara umum enak sih, tempatnya oke juga,” tandasnya.

Penuturan serupa disampaikan Risca Stefani, mahasiswi asal Kalimantan Tengah. Sebagai generasi milenial yang sehari-hari memegang gawai, beberapa waktu terakhir melihat unggahan foto dan video angkringan tenda di tengah hutan.

“Saya pertama kali tahunya dari Instagram. Terus teman mengajak saya datang ke sini, nah kebetulan saya lagi tugas akhir dan skripsi. Jadi, ya untuk refreshing gitu, jalan-jalan lah ke sini,” kata gadis yang baru saja memasuki usia 21 tahun tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement