Di antara kategori barang palsu yang dijual, penjualan tas menyumbang proporsi terbesar menyentuh angka hingga 31,7 persen diikuti sandang 26 persen, sepatu 18 persen, dompet 6 persen dan jam tangan 5 persen. Statistics Korea mencatat, bahwa hanya sedikit kurang dari tiga persen dari semua laporan yang mengarah pada penyelidikan aktual oleh polisi kehakiman.
Oleh karenanya, KIPO berencana untuk meningkatkan langkah-langkah investigasi dengan forensik digital dan personel investigasi yang lebih kuat.
Selain itu sektor ini juga akan bekerja sama dengan pemegang merek dagang untuk sistem kompensasi di mana pembeli yang tertipu membeli barang palsu dapat diganti.
(Martin Bagya Kertiyasa)