Universitas Brigham Young di Idaho telah meluncurkan penyelidikan terhadap klaim bahwa beberapa mahasiswanya dengan sengaja mencoba terinfeksi SARS-CoV-2 yang merupakan virus penyebab Covid-19. Mereka kemudian dituduh menjual plasma antibodi mereka untuk mendapatkan uang tunai.
Pejabat di Universitas Brigham Young, yang dimiliki oleh The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, mengutuk keras perilaku yang dituduhkan dari para mahasiswanya. Mereka juga mengumumkan keputusannya untuk menangguhkan siapa pun yang tertangkap karena mencoba untuk tertular virus dengan sengaja.
Universitas saat ini sedang menyelidiki insiden di kampus, dan telah mendesak mahasiswa untuk tidak mengorbankan diri sendiri dan orang lain demi risiko keuangan. Sebab risiko tersebut tidak sebanding dengan imbalan yang diperoleh.
“Kontraksi dan penyebaran Covid-19 bukanlah hal yang ringan. Pengabaian yang sembrono terhadap kesehatan dan keselamatan pasti akan menyebabkan penyakit tambahan dan hilangnya nyawa di komunitas kita. Jika siswa kesulitan, BYU-Idaho siap membantu. Tidak pernah ada kebutuhan untuk menggunakan perilaku yang membahayakan kesehatan atau keselamatan untuk memenuhi kebutuhan,” terang pernyataan universitas, melansir dari Oddity Central.