CIREBON kaya akan berbagai objek wisata sejarah dan religi karena kota di Jawa Barat ini terdapat jejak peninggalan sejarah kejayaan Islam. Cirebon juga dikenal dengan sebutan kota wali, karena di kota inilah dahulu salah seorang dari 9 Walisongo, yaitu Sunan Gunung Jati melakukan syiarnya dan menyebarkan ajaran agama Islam.
Dirangkum Okezone dari beberapa sumber, Kamis (22/10/2020), berikut 5 destinasi wisata sejarah dan religi di Kota Cirebon :
Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan dibangun pada 1529 Masehi oleh cicit Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Mas Mohammad Arifin. Keraton Kasepuhan yang semula bernama Keraton Pakungwati ini merupakan pusat pemerintahan Cirebon di masa lalu. Kemudian dialih fungsikan menjadi keraton setelah adanya pembagian wilayah keraton pada masa pemerintahan Pangeran Mertawijaya atau dikenal sebagai Sultan Sepuh Mohammad Syamsudin Mertawijaya.
Keraton Kasepuhan kini menyimpan berbagai barang peninggalan sejarah seperti kereta kencana, gamelan dari tahun 1426, lukisan antik Prabu Siliwangi, rebana peninggalan Sunan Kalijaga, hingga meriam mini.
Baca juga: City Tour di Jakarta saat Libur Panjang, Kunjungi 5 Spot Wisata Menarik Ini
Keraton Kasepuhan Cirebon terletak di Jalan Kasepuhan Nomor 43, Kampung Mandalang, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Cirebon, Jawa Barat.
Keraton Kanoman
Selain Keraton Kasepuhan, di Kota Cirebon juga terdapat keraton lain yang memiliki nilai sejarah dan perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia. Adalah Keraton Kanoman Cirebon yang dibangun oleh Pangeran Mohamad Badridin alias Pangeran Kertawijaya pada 1678 Masehi. Ini merupakan peninggalan bersejarah yang masih memiliki kaitan erat dengan syiar Islam yang dibawa oleh Sunan Gunung Jati.
Memadukan gaya arsitektur khas Jawa dan Tiongkok, dalam Keraton Kanoman menyimpan berbagai benda dan koleksi yang sarat akan nilai sejarah seperti, lukisan, kerajinan keramik, serta kereta kencana paksi naga liman yang legendaris.
Baca juga: Bertamasya ke Pulau Untung Jawa
Salah satu tradisi di Keraton Kanoman yang paling terkenal adalah ritual Panjang Jimat yang biasa diadakan setiap bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Keraton Kanoman terletak di Jalan Winaon Kampung Kanoman, Kanoman, Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan, Masjid Agung Cipta Rasa merupakan salah satu masjid tertua di Jawa bahkan Indonesia. Masjid Agung Kasepuhan terletak di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon dan memiliki gaya arsitektur yang didominasi pengaruh Kerajaan Islam masa lalu.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon (iNews)
Ciri khas dari masjid tersebut dapat dilihat dari atap masjid yang tidak memiliki kemuncak seperti masjid-masjid lain yang ada pada umumnya di Pulau Jawa.
Ada kisah menarik dari pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini, dipercaya pembangunan masjid ini melibatkan ratusan tokoh penting dari Kerajaan Demak, Majapahit dan Cirebon.
Sunan Gunung Jati bahkan menunjuk langsung Sunan Kalijaga untuk merancang arsitektur masjid. Tradisi yang masih dipertahankan di masjid tersebut adalah azan pitu, yaitu ritual azan yang dilakukan oleh tujuh muazin secara bersamaan dan biasa dikumandangkan menjelang Sholat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Makam Sunan Gunung Jati
Makam Syeikh Syarif Hidayatullah atau dikenal dengan Sunan Gunung Jati, salah seorang dari Sembilan Walisongo yang ada di Nusantara ini terletak di Jalan Alun-alun Astana Gunung Jati 53, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati.
Makam tersebut memiliki arsitektur unik perpaduan kombinasi gaya arsitektur Tiongkok, Arab, dan Jawa. Gaya arstitektur Tiongkok terlihat pada desain interior dan dinding makam, sedangkan arsitektur Jawa terlihat pada atap bangunan makam yang berbentuk limasan khas Jawa.
Daya tarik yang dimiliki Komplek Makam Sunan Gunung Jati lainnya adalah dengan adanya sembilan pintu yang disusun secara bertingkat. Namun, pengunjung atau peziarah hanya diperkenankan untuk masuk pada tingkatan pintu ke-lima. Sebab pintu-pintu lainnya hingga tingkatan kesembilan hanya diperuntukkan bagi keturuan Sunan Gunung Jati.
Petilasan Sunan Kalijaga
Petilasan Sunan Kalijaga merupakan tempak atau lokasi pusat berdakwah Sunan Kalijaga di tanah Jawa. Lokasi yang memiliki nama lengkap Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga ini terletak di tengah pemukiman penduduk kampung Kalijaga, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Cirebon. Komplek Petilasan tersebut mempunyai luas sekitar 20.000 meter persegi, oleh penduduk setempat disebut Pasarean yang dalam bahasa Jawa artinya tempat beristrahat.
Lokasi tersebut menjadi lokasi penyenbaran ajaran Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga di Cirebon dan menjadi lokasi atau tempat pertemuan dengan orang-orang penting yang ada di Cirebon pada masa itu. Bangunan petilasan tersebut berbentuk huruf L yang terdiri dari tiga ruangan.
Ruangan pertama merupakan tempat bagi para penziarah untuk memanjatkan doa, yang dapat dimasuki melalui pintu pertama yang disebut Pintu Bacem. Ruang kedua merupakan tempat beberapa makam kuno, dan ruangan ketiga merupakan bekas tempat tidur Sunan Kalijaga yang ditutup dengan kelambu.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.