BIOSKOP di DKI Jakarta dan daerah lain di Indonesia sudah diizinkan beroperasi secara terbatas sejak Rabu 21 Oktober 2020. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan.
Ini perlu dilakukan guna memastikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali produktif namun tetap aman Covid-19.
"Pembukaan kembali bioskop di DKI Jakarta dan sejumlah wilayah akan menggeliatkan dunia perfilman dan insan kreatif di Indonesia," kata Wishnutama dalam keterangan persnya, Kamis (22/10/2020).
Baca juga: Angela Tanoesoedibjo: Pelaku Pariwisata Indonesia Harus Siap Berkompetisi
Kemenparekraf telah menyusun dan merilis handbook atau buku panduan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) bagi pengelola bioskop dan pengunjung. Juga terus mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan.
Kemenparekraf juga telah mesimulasikan pembukaan dan penerapan protokol kesehatan di bioskop sejak Juli 2020. Simulasi ini bertujuan agar semua pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat paham akan prosedur-prosedur yang harus dijalankan.
"Saat ini yang dibutuhkan adalah protokol kesehatan dijalankan dengan penuh kedisiplinan dan rasa kepedulian. Rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama dan tentunya yang tidak kalah penting adalah kepedulian terhadap pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Wishnutama.
Baca juga: City Tour di Jakarta saat Libur Panjang, Kunjungi 5 Spot Wisata Menarik Ini
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Sjafruddin menyambut baik atas kembali dibukanya bioskop. Sampai 21 Oktober 2020, di DKI Jakarta sudah ada beberapa jaringan bioskop yang kembali beroperasi.
Untuk jaringan Cinepolis yang telah beroperasi yakni di Tamini, Pluit, Cibubur, Plaza Semanggi, dan Gajah Mada. Sedangkan untuk jaringan CGV juga telah beroperasi kembali untuk CGV Grand Indonesia, CGC Garden City, CGV Green Pramuka, dan CGV Transmart Cempaka Putih.