Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenparekraf Kaji Strategi Baru Bangun Pariwisata Nasional Pasca-Pandemi

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2020 |09:04 WIB
Kemenparekraf Kaji Strategi Baru Bangun Pariwisata Nasional Pasca-Pandemi
Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media)
A
A
A

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan kajian strategi sekaligus arah baru pembangunan kepariwisataan nasional dalam mengantisipasi berbagai perubahan dan persaingan antarnegara pascapandemi Covid-19.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, negara-negara yang bertumpu pada pariwisata akan berlomba untuk menjaring kedatangan turis dengan berbagai insentif dan program.

Selain itu di saat yang bersamaan, negara-negara tersebut akan menahan warganya untuk tetap mengkonsumsi produk wisata di dalam negerinya masing-masing.

Demikian disampaikan Angela saat menjadi keynote speech di acara Workshop Kajian Strategi dan Arah Baru Pengembangan Kepariwisataan Nasional Pasca Covid-19 di Hotel Aryaduta, Rabu 21 Oktober 2020.

"Kemenparekraf menyusun sebuah kajian strategi dan arah baru pengembangan kepariwisataan nasional pascapandemi Covid-19 sehingga harapannya Indonesia dapat memaksimalkan beragam potensi yang ada sebagai tujuan wisata utama kelas dunia dan juga manfaat ekonomi serta manfaat penciptaan lapangan kerja yang didapatkan dari sektor pariwisata dapat turut membantu pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19," kata Angela dalam sambutannya secara daring.

Baca juga: Angela Tanoesoedibjo Ungkap Besarnya Potensi Pasar Wisatawan Domestik di Indonesia

Angela mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang penting dalam gambaran ekonomi Indonesia. Pada 2019 sektor pariwisata menyumbang devisa sekitar Rp280 triliun dengan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 16,11 juta dan tercatat ada 282,93 juta perjalanan wisatawan nusantara.

Total pariwisata Indonesia berkontribusi sebesar USD63,6 miliar atau 6 persen dari total PDB nasional. Selain itu, sektor pariwisata tercatat telah menyerap lebih dari 12,6 juta tenaga kerja atau setara 10 persen dari jumlah tenaga kerja di Indonesia.

Akan tetapi pencapaian tersebut belum mencerminkan potensi pariwisata Indonesia yang sesungguhnya. Pada 2019, negara-negara di ASEAN secara total mencatat sekitar 133,1 juta turis. Dari jumlah tersebut, Indonesia berada di posisi kelima setelah Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.

Padahal jika melihat aset pariwisata Indonesia sangatlah beragam. Mulai dari kekayaan alam, flora fauna, budaya, serta keramahan masyarakat, semua menjadi modal besar bagi pembangunan pariwisata.

Berulang kali destinasi di Indonesia juga meraih berbagai penghargaan dunia sebagai destinasi pariwisata terbaik terfavorit bahkan terindah lebih unggul dari negara yang jumlah kedatangan turis dan pendapatannya lebih tinggi dari Indonesia.

"Oleh karena itu pemerintah sangat serius dan berkomitmen tinggi dalam pembangunan pariwisata selain Indonesia memang mempunyai potensi pariwisata yang besar market pariwisata secara global secara umum juga sangatlah besar dan masih berkembang," kata Angela.

Menurut dia, tantangan pariwisata di Indonesia dari sebelum pandemi adalah masih banyaknya potensi market yang belum tergarap. Dengan terjadinya pandemi, tantangan pariwisata adalah perubahan tren pasar dan market demand yang harus bisa diantisipasi dan hadapi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement