Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desa Wisata Jadi Lokasi Shooting Hanung Bramantyo

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2020 |18:04 WIB
Desa Wisata Jadi Lokasi <i>Shooting</i> Hanung Bramantyo
Hanung Bramantyo menengok desa wisata yang digunakan untuk syuting film. (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memanfaatkan desa wisata sebagai lokasi shooting film di masa pandemi Covid-19. Tentu inisiatif ini menjadi kabar gembira bagi desa wisata untuk lebih produktif.

Ya, Kemenparekraf bekerja sama dengan Salaka.edu serta IFC Network menggelar kegiatan pelatihan dan peningkatan pemahaman bagi komunitas film dan pengelola desa wisata dalam upaya memaksimalkan desa wisata sebagai lokasi produksi film.

Kegiatan bertajuk IN-FRAME (Indonesia Film Course and Incubation Programme) berlangsung di Yogyakarta pada 13 hingga 16 Oktober 2020 dengan melibatkan 20 peserta dari komunitas film yang berada di Yogyakarta dan kota-kota sekitarnya seperti Magelang, Purworejo, dan Semarang.

Baca Juga: Berburu Olahan Gurita di Rumah Makan Seafood Mbak Desi

inframe

Selama 4 hari, peserta dibekali materi mengenai layanan produksi film dan desa wisata, layanan perizinan dan insentif, layanan lokasi dan produksi, hingga strategi pemasaran, dan sistem informasi dari para narasumber.

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah mengatakan, kegiatan ini memberi pemahaman kepada para filmmaker dan pengelola desa wisata mengenai manajemen dan pengelolaan lokasi syuting sebagai aset yang dapat dioptimalkan.

Syaifullah percaya lokasi film dapat memberikan efek emosional yang berpotensi menjadi pengungkit roda perekonomian dengan menghidupkan industri pariwisata dan pengembangan aspek ekonomi kreatif lainnya.

Telah banyak best practices dari industri perfilman nasional hingga mancanegara mengenai potensi ekonomi dari lokasi syuting bagi industri pariwisata dan pengembangan Intellectual Property (IP) lainnya.

“Saya harap sinergi antara filmmaker dan pengelola desa wisata dapat menjadi pengungkit bagi optimalisasi lokasi syuting, terutama karena Yogyakarta sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya, keindahan alam, kriya, serta kuliner merupakan salah satu lokasi favorit tempat pembuatan film (movie set) yang bisa menjadi magnet tersendiri untuk dikunjungi wisatawan," ujar Syaifullah seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement