Belum sampai lima meter, terumbu karang dan lamun atau rumput yang berada di laut menyambut mereka. Selang beberapa waktu, mereka akhirnya menemukan biota laut, seperti walking shark atau hiu berjalan. Biota laut tersebut terlihat bermain di antara terumbu karang.
Hiu ini bukan seperti ikan besar yang kita tahu, ukuran walking shark relatif lebih kecil dan hidup di kedalaman laut 2-10 meter. Walking shark ini merupakan spesies hiu bambu yang ditemukan di perairan Halmahera, Kepulauan Maluku. Maka dari itu hiu ini diberi nama “Hemiscyllium Halmahera.”
Di dunia ini terdapat 9 jenis hiu berjalan, 6 di antaranya terdapat di Indonesia. Sisanya tersebar di perairan Australia dan Papua Nugini.

Walking shark adalah hewan langka yang harus dilindungi agar tidak punah, karena dampak dari reklamasi dan kerusakan laut. Siapapun harus turut serta ya, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke laut.
Secara umum kulit hiu ini berwarna coklat yang dihiasi oleh bintik polygonal berwarna gelap dan putih. "Hiu ini berjalan menggunakan siripnya dan bergerak mencari makan ikan-ikan kecil, udang, dan moluska," kata Fadia.

Selain hiu berjalan, ditemukan juga bayi gurita, bayi udang, kuda laut, serta beberapa ikan-ikan kecil yang lucu. Bagi para fotografer, mungkin tempat ini akan menjadi pilihan yang terbaik, karena banyak ditemukan hewan-hewan kecil yang unik. Apakah Anda tertarik menyelam di lokasi ini?
(Dewi Kurniasari)