SEORANG guru asal Jepang bernama Hidefumi Yoshida, mendorong orang untuk meneteskan air mata. Cara ini dinilai sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stres dan menjalani hidup yang lebih bahagia.
Sekadar informasi, orang Jepang termasuk yang paling kecil kemungkinannya dari semua negara untuk menangis. Sebab beberapa orang mengatakan bahwa ada stigma seputar tangisan di negara Asia.
Hidefumi Yoshida telah mengabdikan delapan tahun terakhir hidupnya untuk mengajak orang mengeluarkan air mata. Menurutnya orang Jepang awalnya memiliki kecenderungan untuk mudah menangis.
Tapi itu semua berubah ke titik di mana anak-anak dan orang dewasa sama-sama tidak dianjurkan untuk menangis dan mereka akhirnya menjadi tertutup. Yoshida telah mencoba mengubah persepsi ini.
Ia pun mendidik orang tentang manfaat menangis sebagai cara untuk bersantai dan melawan stres. Dia mengklaim telah membantu lebih dari 50.000 orang meneteskan air mata selama tujuh setengah tahun terakhir.
Mantan guru sekolah menengah itu bahkan menyebut dirinya sebagai 'namida sensei' ('guru air mata'). Ini semua mengacu pada teknik memancing tangisnya sebagai "rui-katsu", yang secara kasar diterjemahkan sebagai "pencarian air mata".
Dia menyelenggarakan lokakarya dan ceramah rutin di seluruh Jepang dan mengajari orang-orang manfaat mencurahkan setetes air mata dalam seminggu. Ia juga tak lupa untuk membantu mereka melakukannya.
"Jika Anda menangis seminggu sekali, Anda bisa menjalani kehidupan yang bebas stres. Tindakan menangis lebih efektif daripada tertawa atau tidur dalam mengurangi stres,” kata Yoshida, melansir dari Oddity Central, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Sejumlah Khasiat Minum Jus Labu Air Dicampur Jahe