Persaingan antarpenjual pun mengakibatkan harga tidak kompetitif. Lebih parahnya lagi, sambung Paul, kini sangat banyak jam tangan palsu dengan kualitas rendah dijual secara online.
Menurut Federation of the Swiss Watch Industry FH, brand-brand jam tangan dunia merugi hingga jutaan dolar tiap tahun akibat menjamurnya barang palsu. Mereka memperkirakan lebih dari 40 juta jam tangan palsu Swiss yang diproduksi setiap tahun.
Kondisi ini tidak hanya merugikan secara materi, namun juga merusak reputasi dari brand yang direplika. Di Indonesia sendiri praktik pemalsuan dan penjualan jam tangan imitasi marak terjadi terutama karena banyaknya konsumen yang kurang teredukasi, ditambah dengan sulitnya proses verifikasi keaslian produk saat belanja online.
Oleh karena itu, Paul menyarankan agar masyarakat bisa memanfaatkan beberapa aplikasi pembelian jam online, misalnya Jamtangan.com. "Salah satu indikator toko online menjual jam tangan asli adalah dilakukannya akurasi pada barang yang dijual. Jadi, enggak sembarangan jual barang," terangnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.