“Jadi saya langsung hubungi keluarga di rumah. Karena saya melakukan isolasi mandiri, yang saya pikirkan apakah harus memberitahu tempat saya menginap. Sebenarnya mengaku (positif Covid-19) tidak masalah, lebih baik orang tahu, karena lebih gampang tracingnya. Jadi keluarga dan teman yang kontak erat dekat dengan saya tracingnya lebih mudah,” lanjutnya.
Baca Juga : IDI: Klaster Demo Akan Picu Lonjakan Kasus Covid-19
Selain itu Ade juga mengaku pernah mendapatkan stigma negatif dari masyarakat setelah diketahui positif Covid-19. Usai berkomunikasi dengan pihak RT yang ada di kompleks, ada warga yang merasa ketakutan. Jadi beberapa rumah yang ada di perumahan tersebut disemprot desinfektan untuk mencegah penularan penyakit.
“Kita sih wajar mereka ketakutan. Karena saya tidak bersosialisasi dengan mereka, tapi saya mencoba menjelaskan karena saya pulang dini hari sehingga kemungkinan menyebarkan penyakit cukup kecil. Tapi sempat sih saya merasa ketakutan karena stigma tersebut. Sementara di kantor melakukan sistem tracing untuk mengetahui klaster, jadi semua karyawan melakukan swab. Tapi stigma di kantor masih bisa ditolerir lah, meski memang ada ketakutan,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)