Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inggris Bentuk Tim Gugus Tugas Pemulihan Pariwisata

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2020 |20:06 WIB
Inggris Bentuk Tim Gugus Tugas Pemulihan Pariwisata
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

IMBAS pandemi Covid-19 juga menggoyahkan pariwisata Inggris. Pemerintah Kerajaan Inggris Raya dilaporkan telah membentuk Tim Gugus Tugas Perjalanan Global (Global Travel Taskforce), guna memulihkan kembali sektor pariwisata.

Salah satu tugas utama Global Travel Taskforce, yakni mempertimbangkan langkah-langkah khusus pemulihan pariwisata. Seperti menjamin pemulihan industri perjalanan internasional yang aman dan berkelanjutan.

"Tim Gugus Tugas Perjalanan akan bekerja dengan cepat untuk melaporkan hasil analaisis mereka kepada Perdana Menteri pada awal November ini. Tim ini juga akan berkonsultasi erat dengan mitra-mitra dari sektor Penerbangan, Perjalanan, Kesehatan dan Pengujian serta melibatkan pemerintahan semua area administrasi Inggris Raya (Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara)," ujar British Embassy Jakarta seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (9/10/2020).

Baca Juga: Citando, Pemandian Air Panas Keren di Tanah Jawara

Sebagai langkah awal, Tim Gugus Tugas diharapkan dapat mengajukan rekomendasi awal mereka bulan depan. Sejauh ini sudah tiga poin yang akan menjadi pertimbangan mereka. Antara lain:

 inggris

1. Bagaimana sistem pengujian untuk kedatangan internasional dapat diterapkan untuk meningkatkan perjalanan yang aman ke dan dari Inggris;

2. Langkah apa yang dapat diambil untuk memfasilitasi perjalanan bisnis dan pariwisata melalui model pengujian inovatif dan metode non-pengujian lainnya;

3. Secara lebih luas, langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk meningkatkan kepercayaan konsumen guna mendukung pemulihan perjalanan Internasional.

Namun untuk saat ini, kebijakan karantina mandiri selama 14 hari setelah sampai di Inggris Raya masih tetap berlaku.

Sebelumnya, Head of Media and Comms British Embassy Jakarta, John Nickell menjelaskan secara gamblang, bahwa pemerintah Inggris memang tidak membatasi jumlah wisatawan asing yang hendak melakukan kunjungan wisata, business trip, dan sebagainya.

"Inggris tetap buka. Tidak ada diskriminasi sama sekali. Termasuk bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang mau mengunjungi Inggris," ujar John Nickell saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, beberapa waktu lalu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement