Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengintip Diorama Museum TNI AD di Yogyakarta

Wiji Adinda Putri , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2020 |19:33 WIB
Mengintip Diorama Museum TNI AD di Yogyakarta
Museum TNI AD di Yogyakarta. (Foto: Disparbud Yogyakarta)
A
A
A

BANYAK museum yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan TNI Republik Indonesia. Salah satunya adalah Museum Pusat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Dharma Wiratama.

Memiliki banyak cerita sejarah beserta peninggalannya, Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama resmi disahkan pada 8 September 1968. Sebelum berada di lokasinya saat ini, yaitu di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 75, Yogyakarta, sempat mengalami beberapa pemindahan terkait tempatnya.

Lalu mengalami pemindahan kembali pada 17 Juni 1968 ke kediaman Pangsar Jenderal Soedirman, yang kemudian dialihfungsikan menjadi Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman. Hingga akhirnya disepakati untuk mendirikannnya di Gedung Markas Korem 072/Pamungkas.

“Tujuannya adalah untuk mengenang perjuangan dan pengabdian TNI AD, sesuai dengan nama Dharma Wiratama yang memiliki arti pengabdian luhur,” tulis keterangan di situs resmi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Nikmatnya Sate Bandeng, Makanan Sultan Khas Banten

museum

Mengulik sedikit mengenai sejarah dari Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, pada 1900-an tempat ini dijadikan sebagai rumah dinas administrasi perkebunan kolonial Belanda. Saat itu membawahi daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selanjutnya berganti menjadi markas Tentara Jepang wilayah Yogyakarta atau biasa dikenal dengan istilah Syucokan (1942), sebelum akhirnya sebagai markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tahun 1945–1949.

Terdapat sekira 20 ruangan dengan total koleksi yang tersimpan sebanyak 4.236 buah. Ruangan-ruangan tersebut antara lain Ruang Pengantar, letaknya di bagian tengah gedung utama yang terdapat koleksi sejarahn perlawanan penjajah.

Lalu Ruang Palagan, terdapat berbagai koleksi senjata aktif beserta perlengkapan lainnya. Seperti pakaian atau seragam yang digunakan saat 8 palagan besar di Indonesia.

Selanjutnya terdapat Ruang Panji-Panji, yang memajang berbagai macam koleksi bendera Kesatuan TNI AD. Ruang Gamad yang berisi akan jenis-jenis seragam Angkatan Darat beserta atributnya.

Lalu ada juga yang namanya Ruang Tanda Jasa, yang menampilkan penghargaan berupa Bintang Jasa dan Satya Lencana, sebagai sebuah pengakuan atas jasa para prajurit.

Adapun ruangan lainnya seperti Ruang Jenderal Sudirman, Letnan Jenderal Urip Sumoharjo, Senjata Modal Perjuangan, Dapur Umum, Alat Hubung dan Kesehatan, Kemerdekaan, Peristiwa, Alat Peralatan, Piagam Keutuhan AD dan Kontingen Belanda, Pahlwan Revolusi, dan Penumpasan G30S/PKI.

Oh iya, Okezoners untuk mengunjungi lokasi ini tidak dipungut biaya loh alias gratis. Perlu diketahui pula jam operasional Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta ini dari pukul 08.00-15.00 WIB. Tapi jangan berkunjung saat weekend, Sabtu dan Minggu, ya. Karena setiap akhir pekan museum tersebut tidak buka untuk kunjungan.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement