PENYAKIT jantung memang menjadi penyakit yang banyak merenggut nyawa. Gaya hidup pun dituding sebagai penyebab utama dari penyakit jantung.
Ada banyak faktor risiko seperti kolesterol, merokok, diet kurang baik, tekanan darah tinggi, kurang olahraga, kelebihan makan daging, pemakaian obat-obatan, hingga riwayat keluarga.
Tapi, banyak yang tidak tahu bahwa stres juga bisa menjadi salah satu pemicu serangan jantung. Menurut Interheart Studi, stres menduduki nomor tiga yang menyebabkan penyakit jantung.

Spesialis Jantung dr Antono Sutandar, SpJP(K), FACC, FIHA dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, menjelaskan, ketika tubuh sulit merilis stres, pasti dampaknya akan mengganggu hormon. Baik itu pada laki-laki maupun perempuan, dampaknya sama saja.
"Saya rasa stres membuat hormon jelek lebih muncul. Jadi lebih membuat kita mudah kena pra diabetes dan tekanan darah tinggi," ucap dr Antono.
Saat ini, lanjut dr Antono, semakin banyak orang menderita penyakit jantung koroner. Di Amerika Serikat misalnya, seseorang yang berusia 75 tahun sering mengalami penyakit jantung. Sekira 70-75 persen dialami laki-laki.
"Kalau perempuan lebih jarang kena penyakit jantung karena dilindungi oleh hormon estrogen. Berbeda kalau faktor menua dan terjadi perubahan," katanya.
Saat tekanan darah terus naik, sering kali sebabkan robekan pembuluh darah koroner atau otak. Hal itu bisa sebabkan gumpalan dan menyumbat pembuluh darah jantung. Bahkan kalau keseringan stres, sambung dr Antono, membuat organ tubuh lebih cepat menua. Termasuk bagian jantung, saat usia semakin menua, fungsinya juga menurun.
"Pada dasarnya, mau enggak mau stres akan membuat kita menua lebih cepat. Makanya sering pepatah bilang, hati yang suka cita dan gembira itu obatnya," terang dr Antono.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.