Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Diminta Buka Pintu Pariwisata Mancanegara di Kawasan Lagoi

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 28 September 2020 |15:01 WIB
Pemerintah Diminta Buka Pintu Pariwisata Mancanegara di Kawasan Lagoi
Kawasan wisata Lagoi Bay di Bintan, Kepulauan Riau (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

KEPALA Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Wan Rudi Iskandar mengatakan, pihaknya telah merumuskan sejumlah strategi guna memulihkan kembali industri pariwisata Bintan. Salah satunya wacana membuka pintu pariwisata untuk wisatawan mancanegara.

"Rencananya dibuka untuk wisatawan mancanegara. Tapi mereka hanya bisa beraktivitas di kawasan Lagoi saja," tuturnya saat ditemui Okezone di Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu 26 September 2020.

Budi melanjutkan bahwa wacana ini telah disampaikan langsung ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio di sela-sela Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEC-PEN), akhir pekan lalu.

Bila nantinya Bintan mendapat izin untuk menerima kembali kunjungan wisatawan mancanegara, Wan Rudi mengatakan bahwa pihaknya akan terus memonitor dengan baik pergerakan mereka selama berada di kawasan Lagoi. Selain itu, Dinas Pariwisata Bintan juga dilaporkan telah melakukan berbagai upaya pencegahan virus corona, termasuk melaksnakan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Pesona Salshabilla Adriani Liburan ke Labuan Bajo, Bikin Mata Ogah Kedip

Hal ini ditandai dengan diberikannya sertifikat Indonesia Care yang diserahkan secara langsung oleh Menparekraf Wishnutama. Sertifikat tersebut secara tidak langsung menunjukkan kesiapan Bintan dalam menyambut kunjungan wisatawan di masa pandemi Covid-19.

"Kita sudah bertemu langsung dengan Mas Menteri (Wishnutama). Mudah-mudahan Mas Menteri akan menyampaikan aspirasi kami ke Presiden Joko Widodo. Jadi konsepnya, kalau ada wisatawan dari pintu Singapura mau masuk ke Bintan, bisa dibicarakan secara G2G (Government to Government)," kata dia.

"Setelah itu, wisatawan boleh masuk ke Bintan tapi hanya di kawasan Lagoi saja. Sepanjang kawasan itu, wisatawan mau ngapain saja silakan. Ada paket diving, snorkeling, biking, dan masih banyak lagi. Tetapi ingat, mereka tidak boleh keluar dari Lagoi," timpalnya.

Dirinya berharap bila strategi tersebut benar-benar mendapat lampu hijau, setidaknya bisa membuat hotel-hotel dan resort lebih bergairah lagi. Pasalnya, pasar utama Bintan memang terpaku pada wisatawan mancanegara.

Ini tidak terlepas dari sejumlah faktor dan kendal. Salah satunya adalah akses transportasi domestik menuju Bintan yang relatif lebih mahal dibandingkan akses transportasi dari luar negeri.

"Di Bintan itu, kalau mau menggerakkan pasar domestik memang sangat jauh dibandingkan pasar mancanegara. Pariwisata kami ini sangat terpengaruh oleh transportasi. Ongkosnya mahal. Jadi, memengaruhi paket-paket yang dijual," tandasnya.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement