Spesies penyu langka yang memiliki wajah tersenyum permanen, baru-baru ini berhasil diselamatkan dari kepunahan melalui upaya konservasi di Myanmar. Sebelumnya penyu beratap Burma dianggap punah oleh ahli zoologi dua dekade lalu.
Hewan-hewan yang tampak ceria ini dulu tumbuh subur di Sungai Irrawaddy, yang terletak di sebelah selatan kota Yangon di negara Asia Tenggara. Tetapi populasi mereka kian menghadapi ancaman yang signifikan sebagai akibat dari penangkapan yang dilakukan oleh manusia dan pengambilan telur yang berlebihan.
Pada 2001, spesimen hidup penyu beratap Burma muncul untuk dijual di pasar hewan di Hong Kong. Makhluk itu dibeli seorang kolektor Amerika, dan masih dimilikinya hingga hari ini.

Seorang ahli biologi Universitas Western Australia mensurvei hulu Sungai Chindwin, tempat ekspedisi Amerika pernah mengumpulkan beberapa penyu pada 1930-an. Tak lama kemudian Dr. Gerald Kuchling berhasil menemukan kembali beberapa penyu langka itu dan membawa mereka kembali dari tepi jurang.