"Jadi, kalau saya bisa sarankan, pasien OTG isolasi mandiri itu di rumahnya ada termometer, alat tensi, dan pulse oximeter ini. Alat medis tersebut diperlukan untuk pengontrolan status kesehatan dan evaluasi menyeluruh," tambahnya.
Lalu, apa yang harus dilakukan jika pulse oximeter menunjukan hasil yang buruk? Dokter Nurhayati menerangkan, pasien bisa berkonsultasi dengan petugas Puskesmas. "Jadi, laporan hasil pemeriksaan dasar itu dilaporkan ke petugas yang memantau Anda," sambungnya.

Sementara itu, dr Nurhayati mengimbau agar orang yang sehat tidak perlu memiliki alat pulse oximeter. "Untuk mereka yang bukan pasien Covid-19, tidak perlu menjadi keharusan untuk memiliki alat ini," sarannya.
Sebab, orang sehat ketika mengalami Happy Hypoxia (HH) akan mengeluarkan gejala sesak napas dan frekuensi napas cepat. "Beda dengan pasien Covid-19, kebanyakan dari pasien itu tidak sadar kalau mereka mengalami HH. Saat oksigen sudah semakin berkurang, gejala yang muncul akan langsung sangat parah," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.