PARA ilmuwan di National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa wanita yang menggunakan pewarna rambut permanen, dan pelurus rambut kimiawi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, daripada wanita yang tidak menggunakan produk ini.
Peneliti di National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), bagian dari NIH, menemukan bahwa wanita yang secara teratur menggunakan pewarna rambut permanen ini berisiko 9% lebih mungkin terkena kanker payudara, dibandingkan wanita yang tidak menggunakan pewarna rambut.
Meski demikian, tim peneliti menemukan sedikit atau tidak ada peningkatan risiko kanker payudara untuk penggunaan pewarna semi permanen atau sementara.
"Para peneliti telah mempelajari kemungkinan hubungan antara pewarna rambut dan kanker untuk waktu yang lama, tetapi hasilnya tidak konsisten," kata seorang peneliti Alexandra White, Ph.D., kepala NIEHS Environment and Cancer Epidemiology Group.
