Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Tirta: Edukasi Pakai Masker ke Orang Jakarta Itu Tak Bisa Represif

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2020 |15:13 WIB
Dokter Tirta: Edukasi Pakai Masker ke Orang Jakarta Itu Tak Bisa Represif
Pakai masker (Foto: Do312)
A
A
A

Dokter sekaligus relawan dalam mengedukasi masyarakat soal Covid-19 dr Tirta mengatakan, dalam mengedukasi masyarakat memakai masker itu harus punya strategi. Secara detail dr Tirta ternyata sudah mengamati beberapa wilayah di Indonesia dan kearifan lokal apa yang dinilai berhasil dalam upaya memberi keamanan masyarakat di tengah pandemi ini.

Sebut saja di DKI Jakarta, kata dr Tirta, ternyata masyarakat ibu kota itu tidak bisa kalau diberi edukasi dengan cara berdebat atau ngegas.

"Di jakarta itu, kami tidak bisa kalau berdebat. Beda banget dengan warga Surabaya, agak ngegas enggak apa-apa, karena emang daerahnya kalau ngomong ngegas. Bung Tomo saja ngegas di radio kan?" terangnya, Sabtu (5/9/2020).

 dr Tirta

Nah, kalau di Jakarta itu edukasi paling efektif dilakukan dengan media sosial, bukan ngegas. "Bahkan, kalau di Jakarta, edukasi tidak bisa represif," sambungnya.

Lalu, untuk wilayah Buleleng, Bali. Di sana, edukasi itu dijalankan aktif oleh para pecalangnya. Malah, ada fakta menarik, warga Buleleng Bali itu lebih patuh menggunakan masker dibandingkan pakai helm.

"Soalnya, kalau mereka ketangkep tidak pakai masker, mereka dihukum push up dan kena denda. Nah, push up-nya ini yang berat, malunya itu, lho," tutur dr Tirta.

Dia melanjutkan, Yogyakarta edukasi pakai masker itu bisa berjalan faktor Sri Sultan Hamengkubuwono X dan juga peran pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sana. Kemudian, wilayah Banjarmasin dan Jombang, di sana pakai ulama.

"Kalau Makassar, mereka pakai tokoh politik dan menggunakan bola. Semarang menggunakan figur Ganjar Pranowo, sedangkan Solo pakai tokoh-tokoh perwayangan," sambungnya.

 Baca juga: Pesona Nicholas Saputra yang Tak Pernah Luntur, Tatapannya Menusuk Jiwa

Jadi, pendekatan menggunakan kearifan lokal memang sudah dilakukan di banyak wilayah di Indonesia dan cukup berhasil dalam mengedukasi masyarakat terkait dengan pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi ini. "Jadi, cara paling efektif memang dengan menggunakan bahasa masing-masing daerah dan pakai kearifan lokal," pungkas dr Tirta.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement