“Penyakit tifus dapat menular dengan berbagai cara seperti penularan melalui air dan makanan yang tercemar oleh air seni dan tinja penderita penyakit ini. Penyakit tifus dapat juga ditularkan oleh kotoran yang dibawa oleh lalat dan kecoa serta menempel di tempat-tempat yang dihinggapinya,” terang dr Alridho.
Menurutnya, penyakit tifus pada dasarnya memiliki gejala yang umum. Oleh sebab itu, kita perlu memahami gejala tifus agar dapat ditangani secara cepat. Gejala penyakit tifus diantaranya adalah demam tinggi lebih dari seminggu, terutama pada sore dan malam hari, sakit kepala, lidah terasa kotor, mulut kering, mual, muntah, dan nafsu makan menurun, sakit perut, dan diare pada anak-anak atau sembelit (sulit buang air besar) pada orang dewasa, pembengkakan hati dan/ limpa sehingga terasa nyeri bila diraba dan badan lemas.
Pencegahan tifus dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Caranya biasakan melindungi makanan dari hewan pembawa penyakit seperti lalat, kecoa, dan tikus, cuci tangan dengan sabun setelah buang air dan sebelum makan, hindari membeli jajanan di tempat-tempat yang kurang bersih, sediakan air minum yang memenuhi syarat, dan vaksinasi tifoid.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.