Untuk melakukan penelitian, penulis menggunakan pengacakan Mendel untuk memahami faktor-faktor potensial yang mempengaruhi suasana hati kita dan bahkan memperburuknya. Faktor-faktor ini termasuk gaya hidup kita, kehidupan sosial dan bahkan masalah lingkungan.
Para penulis berfokus pada berbagai faktor yang tampaknya mempengaruhi dan meningkatkan risiko depresi pada orang. Ketika para peneliti mempelajari data dari 100.000 orang Inggris, salah satu temuan terbesar dari penelitian tersebut adalah dampak menonton TV dan hubungannya dengan peningkatan risiko depresi.
Penulis penelitian mengatakan, "Temuan kami menunjukkan bahwa penilaian penyedia layanan kesehatan tentang pola penggunaan media pada pasien dewasa dan memberikan pendidikan psikoedukasi tentang dampak mood potensial dari menonton televisi yang berlebihan dapat mewakili komponen efektif pencegahan depresi lainnya."
Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa interaksi sosial yang teratur dan curhat kepada teman dan anggota keluarga Anda sangat menurunkan risiko depresi. Para penulis menemukan bahwa mengunjungi anggota keluarga Anda dapat memberikan perlindungan yang signifikan terhadap depresi.
Meskipun Anda mungkin tidak dapat mengunjungi orang yang Anda cintai sekarang, mengangkat telepon dan melakukan panggilan video kepada mereka, mungkin memiliki dampak yang sama. Demikian dilansir dari laman Times of India pada Rabu (26/8/2020).
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.