Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Kain Gringsing, Motif yang Ada di Uang Rp75 Ribu

Yunda Ariesta , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2020 |15:05 WIB
Mengenal Kain Gringsing, Motif yang Ada di Uang Rp75 Ribu
Pecahan Rp75 Ribu. (Foto: Okezone)
A
A
A

Kain gringsing di Desa Tengan Pegringsingan, meniliki filosofi dan kesakralan tinggi. Kata gringsing berasal dari kata gering dan sing, yang artinya tidak sakit. Memuat tiga warna utama, yaitu merah, hitam, dan putih, yang berasal dari tumbuhan alami hutan desa, menyimbolkan dewa tri murti penguasa alam semesta.

Pembuatan kain gringsing, juga tak seperti kain lainnya, dalam proses pewarnaannya saja memerlukan waktu 3-4 tahun, sedangkan proses tenunnya memakan waktu 2-4 tahun. Kain ini wajib digunakan warga desa saat pelaksanaan upakara adat, atau agama.

Kain grinsing

Satu selendang kain tenun yang berukuran paling kecil dibanderol dengan harga Rp900 ribu hingga Rp2,5 juta. Bahkan semakin tua usia kain gringsing harganya akan tembus puluhan juta rupiah satu kaiannya. Namun sangat jarang, warga desa menjual kain yang telah berusia, sebab lebih banyak dipakai.

Dengan dikenalkannya kain gringsing pada pecahan Rp75 ribu, warga berharap, dapat menjadi promosi wisata, serta bentuk pelestarian warisan leluhur. Selain itu, pihaknya berharap, para pemuda di desa ini, tergugah untuk tetap melestarikan, gringsing, dengan menekuni diri sebagai penenun tradisional.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement