“Ketika saya pertama kali memulai perjalanan transformasi saya, saya benci mencoba pakaian dan kenyataannya sebagain besar pakaian saya hampir tidak muat lagi, sehingga hanya memiliki beberapa bawahan atau atasan untuk dipilih,” terang Joan, melansir dari VT, Selasa (18/8/2020).
Celana pendek baggy dan kaos oversize dengan warna-warna yang membosankan menjadi pakaian yang umum dikenakan Joan pada saat itu. Ia mengaku tidak mencintai dirinya sendiri kala itu.
Baca juga: Mau Menikmati Wisata Birdwatching, Kunjungilah Tambrauw Papua Barat
Joan juga merasa bahwa tidak pantas mendapatkan pakaian yang indah terutama di usianya yang sudah tidak muda lagi.
“Setelah putri saya bersikeras menyuruh membeli beberapa pakaian olahraga dan mengajak berbelanja, awalnya saya yakin pola pikir seperti itu tidak akan berhasil. Ketika melihat diri saya dalam pakaian bagus dengan warna-warna lucu, saya bisa melihat konflik batin harus dihilangkan. Saya benar-benar bekerja keras untuk memiliki otot dan merasa sangat baik saat mengenakan pakaian baru,” pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.