Sementara itu, wabah SFTS ini bukan hanya terjadi di China, tetapi Inggris pun mencatat terjadinya wabah yang menular lewat kutu tersebut. Menurut laporan The Guardian, kasus SFTS dua kali ditemukan di Inggris.
Dikatakan di sana, SFTS menyerang sistem saraf pusat. Kasus ini sangat jarang terjadi dan risiko terinfeksinya sangat rendah di Inggris. Public Health England (PHE) mengatakan, pasien SFTS kini tengah dirawat di rumah sakit.
PHE melanjutkan, dalam penelitiannya, SFTS kebanyakan tidak menunjukkan gejala, sekalipun menunjukkan gejala, seringkali ada dua fase dalam tubuh pasien.
Fase pertama dikaitan dengan gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. Untuk fase kedua, ini merupakan lanjutan dari fase pertama, jadi pasien akan mengalami meningitis, ensefalitis, bahkan kelumpuhan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.