Dalam sebuah wawancara di pabriknya di dekat Yerusalem, Isaac memamerkan beberapa potong topeng yang dilapisi berlian. Di sisi lain, satu lempengan emas memiliki lubang untuk saringan.
"Uang mungkin tidak membeli segalanya, tetapi jika itu bisa membeli topeng Covid-19 yang sangat mahal dan lelaki itu ingin memakainya dan berjalan-jalan dan mendapatkan perhatian, dia seharusnya senang dengan itu," kata Isaac.
Kehadiran masker termahal di dunia ini menjadi simbol ketimpangan sosial yang jelas terjadi di masyarakat.
Di tengah krisis ekonomi, lahir sebuah masker Rp 22 miliar. Meski ada komentar seperti itu, Isaac tetap berterima kasih kepada kliennya sudah mempercayai perusahaannya untuk mencetak sejarah dunia.
"Saya senang masker ini memberi kami pekerjaan yang cukup dan tentunya bisa menggaji pekerja di situasi kritis seperti sekarang," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.