Seperti dijelaskan di awal, fashion show virtual ini bukan hanya menampilkan koleksi APD karya anak bangsa, tetapi para model yang memeragakan APD adalah para tenaga medis. "Mereka itu tenaga medis dari RS Dr Sardjito," sambungnya.
Terkait dengan harapan dari adanya fashion show unik ini, Rimawan menyatakan pihaknya berharap dapat memperkokoh Yogyakarta sebagai pusat produksi dan inovasi alat-alat kesehatan di Indonesia. Selain itu, tentu demi pergerakan roda ekonomi di Yogyakarta.
"Pameran busana virtual APD ini diharapkan mampu menggairahkan roda perekonomian di Yogyakarta dengan tetap mematuhi protokol Covid-19. Kami juga siap berkolaborasi dengan para pihak untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dengan tetap mematuhi protokol Covid-19," ungkapnya.
Dia menambahkan, keyakinan itu muncul karena sesuai hastag SONJO yaitu #OraAnaSingKeri dan #OraKeri. "Dari dua hastag itu, kami berharap semoga keberadaan SONJO mampu membantu seluruh warga Yogyakarta dalam menghadapi masa-masa sulit selama pandemi ini," pungkasnya.
SONJO atau Sambatan Jogja adalah gerakan kemanusiaan yang fokus pada upaya membantu kelompok masyarakat rentan dan berisiko terhadap dampak Covid-19 di Yogyakarta. Gerakan informal ini terbentuk pada 24 Maret 2020 dimulai dengan 1 WAG dan kemudian berkembang menjadi 9 WAG dengan sekitar 600-an orang lebih anggota dari berbagai profesi.
(Dewi Kurniasari)