Video Tiktok unggahan seorang ibu di Madura, Jawa Timur yang menunjukkan seorang bayi tengah tidur mendadak viral. Sayangnya, dalam video tersebut bayi yang diketahui bernama Shaka itu bukan sedang tidur siang, melainkan sudah tertidur hampir setahun. Apa yang terjadi dengan bayi tersebut?
Bayi Shaka telah tertidur sejak usia 8 bulan, dan belum terbangun hingga usianya telah menginjak 18 bulan. Dokter telah mendiagnosis Shaka mengidap Sleeping Beauty Syndrome (Sindrom Putri Tidur). Di dunia medis, kondisi yang dialami Shaka disebut Klein-Levin Syndrome (KLS).
@shaka_17 kemaren dedex ke bu ningsih tinampi...tapi bu ningsihx gk mau ktmu dede..yng sabar yo...mungkin laen hri bu ningsihx mau ktmu kta..kta harus berjuang
♬ Bisane Mung Nyawang - Suliyana
Mengenal Sindrom Kleine-Levin
Sindrom Kleine-Levin adalah kelainan neurologis langka dan kompleks yang ditandai dengan periode berulang dari jumlah tidur yang berlebihan dan perubahan perilaku. Kelainan ini biasanya menyerang remaja, tapi bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih muda.
Pada permulaan episode, pasien menjadi semakin mengantuk dan tidur hampir sepanjang hari dan malam (hypersomnolence), kadang terbangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Setiap episode berlangsung beberapa hari, minggu atau bulan, selama semua aktivitas normal sehari-hari berhenti. Individu tidak dapat merawat diri mereka sendiri atau bersekolah dan bekerja.

(Foto : @shaka_17/TikTok)
Di sela episode, orang-orang dengan KLS tampak sehat sempurna tanpa bukti adanya disfungsi perilaku atau fisik. Episode KLS dapat berlanjut selama 10 tahun atau lebih. KLS kadang disebut di media sebagai sindrom "Sleeping Beauty".
Baca Juga : Idap Sindrom Sleeping Beauty, Gadis Ini Bisa Tidur 20 Jam Sehari!
Gejala KLS
Tidak ada tes medis untuk mengonfirmasi Sindrom Kleine-Levin. Seperti halnya kondisi medis lainnya, ada kasus atipikal yang tidak termasuk dalam definisi klasik. Panjang episode dan periode waktu antara episode dalam beberapa kasus diketahui berada di luar episode yang tercantum dalam daftar periksa ini.
Seorang pasien KLS akan memiliki gejala A, satu atau lebih gejala B, dan pola yang dijelaskan di C. Berikut uraiannya yang dikutip dari laman klsfoundation.org :
A. Episode rekuren hipersomnia berat (2-31 hari)
B. Menambah satu atau lebih tanda berikut:
- Kelainan kognitif seperti perasaan tidak sadar, kebingungan, halusinasi
- Perilaku abnormal seperti iritabilitas, agresi dan perilaku aneh
- Makan berlebihan
- hiper-seksual
Jika Anda berpikir mungkin menderita KLS, berkonsultasilah dengan dokter.