Memasuki era new normal, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melancarkan sejumlah strategi demi menggaet kembali minat wisatawan. Salah satunya menerapkan standar Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) melalui gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA). Program ini dukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Direktur Kelembagaan Kemenparekraf Reza Fahlevi saat peluncuran gerakan BISA di Pelabuhan Tawun, Lombok Barat, NTB, menjelaskan, gerakan BISA bertujuan untuk memasyarakatkan adaptasi kehidupan baru yang produktif dan aman dari COVID-19.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk melakukan penerapan, pengawasan, dan uji coba CHSE pada destinasi wisata termasuk usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (20/7/2020).
Reza menjelaskan, upaya Kemenparekraf menerapkan CHSE pada destinasi pariwisata melalui gerakan BISA bertujuan untuk membiasakan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan tatanan baru. Selain itu juga untuk memberdayakan pelaku parekraf serta masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Baca juga: Diciduk Polisi, Catherine Wilson Pakai Daster dan Sendal Jepit Jadi Sorotan
“Kemenparekraf terus mengajak pemda untuk melakukan pengawasan dan implementasi protokol kesehatan di destinasi wisata yang ada di daerahnya. Pariwisata tidak hanya mengandalkan keindahan dan kebersihan saja, kata sehat dan aman menjadi hal yang penting ke depan,” ujarnya.