Pada akhir-akhir ini, banyak masyarakat mengotori sarung tangan mereka yang sudah dibuang. Menurut Roberts kondisi ini berpotensi untuk mempermudah penyebaran virus jika orang lain menyentuh sampah.
Mereka mengatakan, sarung tangan menawarkan rasa aman yang palsu. Hal ini justru dapat membuat orang menjadi lebih ceroboh.
“Saya berada di Trader Joe's, dan saya melihat banyak orang mengenakan sarung tangan, tetapi mereka menyentuh kunci, kereta, makanan dan wajah mereka,” kata Sonpal.
Orang-orang akan menyentuh segalanya dengan berpikir sarung tangan dapat melindungi mereka. Tetapi sarung tangan itu sendiri akan menjadi kotor dan itu menyebabkan lebih banyak penyebaran virus.
Bagi Anda yang masih suka pakai sarung tangan, para ahli menyarankan untuk mencuci tangan setelah melepas sarung tangan. Hal ini bertujuan untuk membasmi kuman apa pun yang mungkin masih ada di kulit.
Mencuci sarung tangan bekas pakai juga tidak akan membantu. Tergantung pada sabun yang Anda gunakan. Sabun hanya akan membuatnya permukaan sarung tangan menjadi lebih rusak,” kata Sonpal.
Ia mengimbau masyarakat untuk berpikir secara rasional sebelum mereka menyebarkan virus menggunakan sarung tangan.
“Meskipun itu memberi Anda rasa aman. Tapi secara ilmiah, itu tidak membantu,” terangnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.