Bahkan, pernyataan resmi American Society of Heating, Refrigerating, and Air-Conditioning Engineers' (ASHRAE) membenarkan laporan tersebut. "AC dapat mengurangi paparan udara," tulis ASHRAE dalam laporan resminya. "Sistem pendingin udara dapat mengurangi konsentrasi SARS-CoV-2 di udara dan dengan demikian risiko penularan melalui udara jadi lebih kecil."
Baca Juga : 4 Gaya Busana Kalina Ocktaranny dari Kasual hingga Feminin
Namun, menjadi catatan penting bahwa tidak kemudian Anda yang menghirup udara non-AC akan lebih mudah terinfeksi. Sebab, jumlah paparan virus pun mesti diperhitungkan sampai akhirnya bisa menginfeksi tubuh seseorang.
"Jadi, dibutuhkan banyak virus yang memiliki kemungkinan tinggi sampai akhirnya bisa menginfeksi tubuh. Tapi, mengurangi paparan udara berpatogen tentu lebih baik karena risikonya jadi lebih kecil," sambung laporan tereebut.
Jadi, dalam kasus ruang yang berventilasi buruk, membuka jendela adalah solusi yang lebih baik daripada Anda mendapatkan sirkulasi udara yang buruk atau apek.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.