DKI Jakarta berulang tahun ke-493. Sejarah panjang sampai akhirnya Ibu Kota bisa sebesar sekarang. Meski begitu, kearifan lokal masih berdampinmgan erat dengan modernisasi.
Jangan heran kalau Anda masih bisa menemukan restoran atau warung makan yang menyajikan makanan khas Jakarta sejak zaman dulu. Salah satu makanan yang cukup populer selain kerak telor adalah dodol Betawi.
Ya, bukan cuma Garut yang punya dodol, tapi anak Betawi juga punya. Meski namanya sama, tapi ternyata ada kekhasan di balik dodol Betawi. Seperti yang dijelaskan Akbar, pembuat dodol Betawi, dodol Betawi itu memang berbeda dengan dodol daerah lain.

"Kalau dodol Betawi itu rasanya tidak terlalu kuat dan teksturnya lebih lembut," katanya pada Okezone di Festival Jalan Jaksa, tahun lalu. Selain rasa dan tekstur, yang membedakan dodol Betawi dengan dodol Garut adalah warnanya. "Dodol Betawi itu lebih terang," sambungnya.
Lalu, apa lagi perbedaan antara dodol Garut dengan dodol Betawi?
Akbar pun tak ragu memberikan resep dari dodol Betawi ini. Menurutnya, makanan yang sangat pas dimakan berdampingan dengan kopi hitam ini terbuat dari tepung terigu, gula merah, dan santan.
Baca juga: HUT DKI Jakarta, Ini Tempat Kuliner Legendaris Ibu Kota yang Masih Bertahan hingga Sekarang
Nah, bedanya dengan dodol Betawi, dodol Garut itu dibuatnya bukan dari tepung terigu, tetapi tepung ketan. Bahan lainnya cenderung sama. Itu kenapa rasanya lebih manis daripada dodol Betawi.
"Proses pembuatannya bisa seharian jika dengan kompor. Namun, kalau pakai tungku 8 jam sudah bisa disajikan," sambung Akbar.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.