Lebih lanjut, peneliti utama Prof Martin Landray mengatakan, pengobatan dengan obat ini berlangsung selama 10 hari dengan biaya sekira 5 euro atau Rp88 ribu per pasien. "Jadi, pasien Covid-19 hanya membutuhkan 35 euro atau Rp622 ribu sampai akhirnya dia sembuh," kata Prof Landray.
Menjadi kabar baik lainnya ialah obat ini tersedia di seluruh dunia. Dengan begitu, pengobatan pasien Covid-19 bisa masif dilakukan pada setiap negara. Karena itu, Prof Landray meminta kepada semua rumah sakit di seluruh dunia untuk mulai menggunakan obat ini tanda menundanya.
Catatan penting, Dexamethasone tidak diperuntukan pasien Covid-19 bergejala ringan. Dengan kata lain, pasien Covid-19 yang tak memiliki masalah pernapasan, tak begitu merasakan dampak dari obat pasar yang satu ini.
Dexamethasone sendiri telah digunakan sejak 1960-an. Di awal penggunaannya, obat ini dipakai untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi, termasuk gangguan peradangan dan kanker tertentu.
Dexamethasone juga telah terdaftar dalam Daftar Model Obat Esensial WHO sejak 1977 dalam berbagai formulasi, dan saat ini tidak memiliki paten dan tersedia dengan harga terjangkau di sebagian besar negara.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.