WABAH pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada kehidupan keluarga. Maka ibu rumah tangga punya peran penting agar tak menimbulkan masalah baru.
Save the Children Indonesia melakukan Rapid Need Assesment (RNA) kepada 15 ribu responden dari berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya 1 dari 3 keluarga kehilangan mata pencaharian, 1 dari 5 orang tua tidak dapat memberikan fasilitas belajar bagi anak-anak selama pandemi.

Masalah ini berdampak pada kenaikan angka drop out. Bahkan sebanyak 24 juta balita terancam mengalami malnutrisi akibat Covid-19.
"Kami melihat seberapa besar skala masalah dalam membangun upaya kolaboratif di Indonesia untuk mengatasi tingkat kemiskinan dan pengangguran," ungkap Chief Business Development Save the Children Indonesia Rizal Algamar, saat Webinar Series bertajuk “Mendorong ketahanan bisnis dan rumah tangga di Indonesia" bersama Dreya Communication, Selasa 16 Juni 2020.
Rizal menambahkan, ada kebijakan yang mendukung masyarakat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020, terdapat kebijakan. Dengan prinsip asas keadilan manusia kemakmuran rakyat, mendukung pelaku usaha, dan menerapkan kaedah kebijakan yang penuh kehati-hatian.
"Kita tetap dapat melindungi keluarga di Indonesia, termasuk anak-anak," imbuhnya.
Ditanggapi Banker and Commisioner Bank Jago Anika Faisal, situasi pandemi Covid-19 menjadi momen paling penting bagi ibu rumah tangga. Anika menyebutkan, dalam konteks child-care, penting untuk menciptakan komunikasi di rumah untuk mengeratkan hubungan keluarga.
"Tantangannya adalah menciptakan ruang bermain dan ruang gerak bagi anak-anak di rumah. Pembagian waktu antara bekerja dengan keluarga juga merupakan hal yang harus diperhatikan dalam rumah tangga," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)