Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Cara Jitu Berdamai dengan Anak Remaja Anda

Sabrina Mulia Rhamadanty , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2020 |13:15 WIB
5 Cara Jitu Berdamai dengan Anak Remaja Anda
Anak remaja dan ayah (Foto: Secure Teen)
A
A
A

Konflik antara orangtua dan anak remaja adalah hal yang normal. Apalagi ketika anak-anak mencapai usia remaja.

Pada usia remaja, anak sudah mencoba mencari jati dirinya sehingga terkadang mereka sulit dikendalikan orangtuanya. Namun jangan sampai hal ini membuat orangtua dan anak jadi berjarak apalagi bermusuhan.

anak beranjak remaja

Seperti dilansir dari Times of India, berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan orangtua untuk menyelesaikan konflik dengan anak remaja mereka. Simak ya!

1. Tetap bersikap tenang

Mungkin sangat sulit bagi orang tua untuk tetap tenang ketika anak remaja mereka bersikap keras kepala. Namun, banyak orangtua kadang bereaksi berlebihan ketika mereka mencoba untuk berurusan dengan anak remaja.

Penting bagi para orangtua, agar tetap tenang dan tidak meningkatkan konflik saat ini. Anda harus membiarkan momen berlalu dan mencoba dan berunding dengan anak Anda setelah kemarahan mereda. Mereka akan lebih menerima ide-ide Anda ketika orang tua dan anak sudah sama-sama tenang.

2. Identifikasi masalah sebenarnya

Ketika orangtua dan anak remaja mereka bertengkar, seringkali sulit menemukan sebab sebenarnya mereka bertengkar. Penting bagi orangtua untuk introspeksi diri sendiri terlebih dahulu dan dapat menyadari apa alasan sebenarnya di balik amarah Anda atau anak Anda. Kadang-kadang, orangtua berkelahi dengan anak-anak mereka karena hal-hal sepele.

Baca juga: Belajar dari Penyakit Miing Bagito, Kenali 3 Minuman Pencegah Batu Empedu

3. Tetapkan konsekuensi yang realistis

Ketika Anda harus menghukum karena tindakan mereka, Anda harus berhati-hati untuk tidak melampaui batas. Saat Anda menghukum anak remaja Anda dengan tidak membiarkan mereka pergi ke mana pun saat hari libur. Maka Anda juga harus tinggal di rumah bersama mereka.

4. Penerimaan adalah kuncinya

Orangtua harus mengetahui sebelumnya dan menerima bahwa mungkin ada saatnya ketika Anda merasa malu dengan sesuatu yang dilakukan anak remaja Anda. Mereka mengenakan sesuatu yang tidak pantas, atau bertindak tidak dewasa atau tidak berprestasi dalam tugas sekolah yang penting.

Mereka bahkan mungkin berbohong kepada Anda tentang beberapa hal. Satu-satunya cara Anda dapat menangani situasi seperti ini adalah jika Anda melepaskan rasa takut akan rasa malu. Jangan biarkan ketakutan seperti itu mengaburkan penilaian Anda dan memengaruhi pola asuh Anda. Waktu seperti itu adalah yang paling penting dan inilah saat anak remaja Anda paling membutuhkan perhatian Anda

5. Satu suara

Anda dan istri harus mencapai titik temu dan satu suara sebelum duduk bersama anak Anda. Jangan biarkan Anda bertengkar dengan pasangan di depan anak Anda, ini malah memperkeruh suasana.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement