Tapi di sisi lain, Alfonsina menyebutkan situasi ini bisa menjadi peluang untuk bisa lebih menyoroti keindahan, kecantikan besar yang ditawarkan oleh Roman Colosseum.
Dengan kembali dibuka untuk umum, pihak pengelola Roman Colosseum sendiri memprediksikan sekitar 300 orang pengunjung akan berkunjung. Begitu jauh dari jumlah turis harian yang biasanya datang ke Roman Colosseum. Seperti pada 2019 yang rata-rata mencapai hingga 20.000 orang turis.
Sedangkan Museum Vatikan, yang pada situasi sebelum pandemi corona disebutkan bahkan biasanya tidak dapat diakses karena banyaknya wisatawan yang datang, diketahui juga melakukan pembatasan pengunjung. Pihak resmi Museum Vatikan membatasi jumlah pengunjung yang berada di Chapel Sistine, hanya boleh sebanyak 25 orang yang masuk sekaligus.

Kembali dibuka untuk umum, Roman Colosseum dan Museum Vatikan menerapkan protokol wajib cek suhu tubuh dan menggunakan masker bagi semua pengunjung. Museum Vatikan juga menambah persyaratan lain, bagi para pengunjung yang hendak berkunjung harus melakukan reservasi, pemesanan tempat dahulu sebelumnya.
Sementara itu, selain Roman Colosseum dan Museum Vatikan, beberapa tempat wisata lain di Italia juga akan kembali dibuka dalam waktu dekat. Seperti Uffizi Galleria di Florence dan Galleria dell’Accademia (rumah dari seniman Michelangelo David).
(Helmi Ade Saputra)