Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peneliti Sebut Struktur Hidung Penyebab Anak Sulit Kena COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 22 Mei 2020 |17:03 WIB
Peneliti Sebut Struktur Hidung Penyebab Anak Sulit Kena COVID-19
Ilustrasi. (Shutterstock)
A
A
A

Tetapi para penulis studi JAMA memutuskan mereka juga akan berguna untuk memeriksa level di mana gen yang menghasilkan ACE2 ditentukan dalam kelompok umur yang berbeda.

Peserta dikategorikan untuk menggambarkan tahap perkembangan kehidupan. Anak-anak di bawah 10 tahun, anak-anak berusia 10 hingga 17 tahun, dewasa muda berusia 18 hingga 24 tahun, dan orang dewasa berusia 25 tahun ke atas.

Sebanyak 48,9 persen relawan adalah laki-laki, dan 49,9 persen menderita asma. Ekspresi gen ACE2 paling rendah pada anak-anak yang lebih muda, dan secara signifikan lebih tinggi pada kelompok lain. Akan meningkat dengan bertambahnya usia.

Untuk memastikan jenis kelamin dan asma tidak menciptakan hasil yang bias, para peneliti kembali menyesuaikan faktor-faktor ini dan masih menemukan hasil yang sama.

"Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat ACE2 yang bergantung pada usia dalam epitel hidung, titik kontak pertama untuk SARS-CoV-2 dan tubuh manusia," tulis para peneliti, sebagaimana dilansir dari News Week, Jumat (22/5/2020).

Tingkat ACE2 yang lebih rendah pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa dapat membantu menjelaskan mengapa COVID-19 kurang lazim ditemukan pada anak-anak.

Namun, para peneliti mengakui bahwa penelitian ini terbatas. Pasalnya sampel tidak termasuk pada orang berusia di atas 60 tahun. Kelompok usia ini diketahui rentan terhadap komplikasi COVID-19.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement