Masalah belum berhenti sampai di situ. Menurut Sarah, masalah utama dari memberikan minuman protein pada bayi dan anak adalah orangtua merasa cukup dengan minuman itu dan tak lagi mencukupi asupan protein dari sumber alami.
"Ingat, itu bukan makanan asli, untuk apa diberikan? Makanan utuh seperti daging, buah-buahan, sayuran, gandum utuh, dan produk susu secara alami mengandung kombinasi nutrisi khusus yang bekerja secara sinergis untuk memberikan manfaat kesehatan," ungkap Sarah.

Sedangkan, suplemen seperti minuman protein ini sudah banyak kehilangan beberapa nutrisi dan senyawa baik di dalamnya dan tidak memberikan manfaat yang sama seperti Anda memberikan makanan utuh ke bayi dan anak.
"Masalah utamanya, Anda mengajari anak-anak untuk tumbuh mencintai makanan asli yang nyata," sambung Sarah.
Ia menekankan sekali lagi, memberikan anak suplemen seperti minuman protein ini tidak akan membantu buah hati Anda menerima berbagai makanan bergizi.
"Sudah, sekarang waktunya Anda para orangtua tidak lagi memberikan bubuk protein dan mulai membiasakan anak mengonsumsi makanan utuh yang mengandung protein dan gizi lainnya. Jika Anda khawatir akan protein yang minim dalam tubuh anak, pastikan itu lewat dokter anak bukan hanya menduga-duganya," pesan Sarah.
(Helmi Ade Saputra)