Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tes Antibodi untuk Pasien Terindikasi COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2020 |08:09 WIB
Mengenal Tes Antibodi untuk Pasien Terindikasi COVID-19
Ilustrasi (Foto : Foxnews)
A
A
A

Para ilmuwan saling berlomba menemukan cara untuk menyembuhkan para pasien yang terinfeksi virus corona COVID-19. Salah satunya adalah dengan melakukan tes serologis untuk mencari antibodi spesifik dalam darah seseorang.

Dalam waktu beberapa jam setelah seseorang terinfeksi virus SARS-CoV-2, ke dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh akan melakukan serangan. Akhirnya tubuh mulai mengirimkan molekul besar berbentuk Y yang disebut antibodi untuk melawan virus dengan tepat.

Asisten Profesor Departemen Ilmu Komputer dan Institut BioFrontiers di University of Colorado Boulder, Daniel Larremore mengatakan antibodi ini mengikat seperti kunci-kunci pada bagian tertentu dari virus. Oleh sebab itu tes antibodi dirancang untuk mendeteksi molekul-molekul ini.

"Tujuan dari tes antibodi adalah, memastikan seseorang merasa sakit dengan COVID-19. Kami bahkan bisa bertanya pada sistem kekebalan tubuh Anda jika telah terinfeksi virus corona," ujar Larremore, merangkum dari Fox News, Senin (4/5/2020).

Tes Anti Bodi

Tes antibodi biasanya dirancang untuk mendeteksi satu dari dua jenis molekul, imunoglobulin M dan imunoglobulin G. Dalam beberapa hari hingga satu minggu setelah patogen menginfeksi tubuh, sistem kekebalan menghasilkan sejumlah kecil imunoglobulin M.

(Baca Juga : Stigma Berkontribusi Terhadap Tingginya Angka Kematian Covid-19)

Beberapa hari hingga dua minggu kemudian, tubuh akan mengirimkan sejumlah besar imunoglobulin G. Karena respon imun ini membutuhkan waktu untuk muncul, tes antibodi akan negatif untuk mereka yang baru terinfeksi COVID-19. Itulah sebabnya cara ini tidak digunakan untuk diagnosis.

"Jika ini adalah awal dari infeksi, Anda tidak bisa mengambilnya. Karena ini adalah sesuatu yang baru berkembang kemudian," ujar dr. Melanie Ott, seorang ahli virologi dan imunologi di Gladstone Institutes dari University of California, San Francisco.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement