Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Medis Jangan Langsung Tidur Usai Makan Sahur

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 29 April 2020 |10:09 WIB
Alasan Medis Jangan Langsung Tidur Usai Makan Sahur
Ilustrasi (Foto : Aboutislam)
A
A
A

Banyak dari Anda memilih tidur kembali setelah salat Subuh di bulan Ramadhan. Alasannya cukup sederhana, mengantuk atau supaya jam tidurnya tidak terlalu sedikit karena kepotong sahur.

Kebiasaan tidur setelah solat Subuh ini pun membuat sebagian orang harus memundurkan jam aktif tubuhnya, yang tadinya mungkin pukul 06.00 kini menjadi pukul 07.00. Beberapa bahkan bablas sampai pukul 09.00.

Sadar atau tidak ternyata kebiasaan ini berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Seperti disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Vivien Maryam, Sp.PD, tidur setelah makan itu berbahaya.

"Jangan tidur sesaat setelah makan (sahur). Ini bisa menimbulkan GERD (gastroesofageal refluks disease)," terangnya pada Okezone melalui keterangan tertulis, Rabu (29/4/2020).

Sahur

Dokter Vivien melanjutkan, kondisi itu dapat dijelaskan, makanan yang sudah tertelan masuk ke lambung akan kembali ke saluran esofagus jika kita dalam posisi terbaring (tidur) sesaat setelah makan. Dengan begitu, efek buruknya dapat mengakibatkan 'heart burn' atau rasa panas di dada akibat asam lambung yang naik ke wilayah esofagus.

"Efek tak nyaman lainnya bahkan dapat menyebabkan tenggorokan dapat menjadi kering dan serak akibat asam lambung yang naik sampai ke tenggorokan," sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement